Ruteng, nttupdate.com. Kepala Desa Mata Wae, Marten Don, S.E baru menjempoli kepemimpinan Prabowo – Gibran bila mereka menyemprot dana ke Desa minimal Rp5 M per tahun bahkan lebih.
Ketua APDESI Kabupaten Manggarai, NTT, yang juga mantan jurnalis BeritaSatuTV itu saat berbincang-bincang dengan media ini, Jumat, 21 November 2025 di Ruteng mengaku, program Koperasi Merah Putih (KMP) yang mengganggu postur APBDes akan tidak menjawab aspirasi masyarakat Desa. Itu berat bagi infrastruktur Desa.
Konteks Manggarai, kata dia, baru berkutat pada penataan infrastruktur Desa dan itu pekerjaan rumah besar bagi Kades. Rakyat di Desa membutuhkan akses jalan setapak, penataan objek vital berupa sektor pariwisata, dan juga modelisasi dan optimalisasi kreasi-kreasi lokal.
Jika KMP mengambil dana dari APBDes, itu berarti program pemercantikan Desa akan terganggu. Di Desa sekarang ini, masih banyak keriapan kebutuhan riil yang perlu disentuh. Tentu, katanya, program MBG harus didukung tetapi infrastruktur Desa harus dioptimalkan pula termasuk bidang perkebunan dan horti yang menopang berjalannya MBG itu.
Jujur saja, tambah Marten, uang negara yang masuk ke Desa hanya berkisar Rp600-900 juta saja per tahun. Uang itu mau dipakai buat apa kalau yang lainnya malah dipotong untuk KMP? Kalau boleh yah, Prabowo – Gibran menyuntik dana Rp5 M per Desa bahkan mungkin lebih seperti yang diucapkan oleh Cak Imin beberapa tahun lalu saat hendak maju Pilpres.
Muhaiman Iskandar, kata Marten, punya visi dan ide yang cemerlang membangun Desa. Saya berpikir, ucap dia, tidak usah malu mengambil gagasan Pak Cak Imin untuk membangun negeri ini. Desa sejahtera, yah negara hebat. Desa sengasara, negara melarat. Negara kuat bila Desa kuat, cerewetnya semakin.


















