Amon Djobo Angkat Bicara Soal Penjemputan Hamid di Tengah Pandemi Corona

Foto: Bupati Alor, Amon Djobo saat memberikan konfrensi pers terkait Expo Alor 2016 di Aula Rapat Kantor Dinas Pariwisata NTT di Kupang, (2/8/2016) petang / Dok: NTT UPDATE.


KALABAHI – Bupati Alor Drs. Amon Djobo buka suara soal kerumunan massa saat penjemputan Hamid Haan, kontestan perwakilan NTT di ajang Liga Dangdut (LIDA) 2020 yang pulang Kampung di Kabupaten Alor, Sabtu (04/04/2020) pagi. Suasana kerumunan massa ini pun mendapat sorotan public karena di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang mengegerkan tanah air.

Bupati Amon mengatakan, dalam rapat Muspida Alor (02/04) di Kalabahi, dia sudah meminta agar penjemputan Hamid di Bandara dilakukan pihak kepolisian dan TNI.

 “Saya sudah bilang, yang jemput kedatangan Hamid di Bandara itu Polisi dan Tentara. Titik. Itu dipuskan dalam rapat Muspida kemarin dulu (2/4) ko,” kata Amon Djobo, saaat dihubungi wartawan, Sabtu (4/4) di Kalabahi.

Menurut Bupati dua periode ini, sebelum kedatangan Hamid, pemerintah daerah kabupaten Alor sudah mengantisipasi rencana kedatangannya, karena diprediksi massa akan membludak saat penjemputan di Bandara Mali Alor dan kediamannya di Bota, Kecamatan Alor Barat Laut. Lanjutnya, untuk menghindari keramaian di tengah pandemic Covid-19 ini, dalam rapat Muspida yang digelar tersebut, Bupati mengundang Dandim 1622 Alor Letkol Inf. Supyan Munawar, S.Ag dan Kapolres Alor AKBP Darmawan Marpaung, S.IK., M.Si serta sejumlah unsur Muspida lainnya untuk membahas khusus rencana kedatangan Hamid. Hasilnya diputuskan bahwa tidak ada pengarahan masa dalam penjemputan Hamid.

“Kita putuskan dalam rapat itu yang jemput Kapolres dengan Dandim punya anak buah yang pigi jemput karena kondisi (wabah covid-19) ini,” katanya.

Keputusan rapat tidak ada unsur pemerintah yang ikut menjemput Hamid kata Bupati, bukan berarti pemerintah tidak mendukung Hamid, namun sebagai salah satu upaya antisipasi Covid-19 karena Hamid datang dari zona merah penyebaran virus corona tertinggi di Indonesia yaitu Jakarta.

“Keputusan rapat hanya Polisi dan Tentara yang pigi (pergi) jemput, bukan berarti kita (pemerintah) tidak dukung (Hamid),” ungkapnya, kesal.

Terkait penjemputan Hamid yang dihadiri sekitar ribuan masa, Bupati mengakaui hal itu ia tidak tahu menahu. “Karena kalau dia (massa) membludak itu saya sudah tidak ikuti lagi,” tegas Amon Djobo.

Ditanya kehadiran Camat Alor Barat Laut Deberina Lelang dalam penjemputan Hamid di Bandara bersama Ketua DPRD Alor Enny Anggrek, Bupati kembali mengatakan ia tidak tahu hal itu. Namun begitu dirinya akan mengecek keterlibatan Camat.

“Kalau itu saya tidak tahu itu. Coba cek di Pak Asisten I (Ferdy I. Lahal, SH) atau di pak Sek (Sekda Alor Yustus Dopognabora, SP), jangan sampai dorang ada izin pengarahan masa. Tapi kalau saya tidak. Saya tidak tahu itu,” pungkas Bupati sambil menegaskan akan memanggil Camat ABAL untuk meminta klarifikasi kehadirannya.

Hamid diketahaui, sudah dikarantina selama 14 hari di rumahnya. Karantina tersebut dilakukan Satgas penanganan dan pencegahan covid-19 Kabupaten Alor sesuai protap kesehatan yang dikeluarkan Kemenkes RI.

Sebelumnya diberitakan, ribuan masa membludak menjemput Hamid Haan di Bandara Mali dan kediamannya di Bota, ABAL. Camat ABAL Deberina Lelang dan Ketua DPRD Alor Enny Anggrek turut hadir dalam arak-arakan penjemputan.

Kedua pejabat tersebut mendapat kecaman publik karena dianggap membangkang keputusan Presiden Joko Widodo dalam penanganan dan pencegahan pandemi covid-19 di tanah air. *(dm-tribuanapos.net – Group NTT UPDATE).

Leader Ismail Wolwal

Add comment

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

ADVERTISEMENT

 

UPDATE DESIGN

IKLAN NATAL

FOTO STUDIO – UPDATE DESIGN

UPDATE DESIGN PHOTOGRAPHY

Visitor




Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.