Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar
Ruteng, nttupdate.com. Sejak tenggelam pada Minggu, 11 Januari 2026, siswa Kelas IX SMP St. Fransiskus Ruteng di telaga (tiwu) Pai, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Flores hingga Selasa, 13 Januari 2026 belum ditemukan.
Derasnya aliran air termasuk kekeruhannya yang menyebabkan jarak pandang antara 15 – 20 cm menyukarkan tim pencari menemukan korban. Demikian pengakuan Stefanus Tawar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Selasa (13/1) siang di kantornya.
BPBD, katanya, menurunkan tim pencari ke lokasi dan hingga hari ini belum ditemukan, Selasa (13/2/2026). Terkait kondisi tempat itu, ternyata di bawah telaga telaga Pai, berdasarkan beberapa informasi kedalamannya mencapai 5 m dan ketika hujan kedalamannya mencapai 7 m dan terdapat beberapa gua dan di dalam gua itu terdapat pula lubang yang cukup dalam. Kalau pada musim kering dengan kondisi air yang jernih barangkali itu yang memudahkan pencarian.
Pihaknya bekerja sama dengan Tim SAR dan Pol Air Polda NTT. Selain tim pencari, keluarga pihak korban selalu standy by di bawah dengan membangun tenda di dekat lokasi.
















