banner 728x250

Ngeri Mati Punya Kendati Matanya Ditutup, Anak Kelas V SD Ini Bisa Kalahkan Pemain Catur Setingkat SMA di Kota Ruteng

rR
banner 120x600
banner 468x60

Foto: Klaudio (kiri) tengah fait dengan George (kanan) menggunakan catur khusus yang memiliki penyanggah lubang

Ruteng, nttupdate.com. Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Manggarai yang didirikan pada 11 April 2025 dengan alamat Sekretariat di Toko Triangle lantai 2 Mbaumuku Ruteng menggelar turnamen catur antar pelajar Kota Ruteng di Efata Ruteng yang digelar pada hari Minggu, 14 Desember 2025 dimulai Pukul 10.00 – 20.30 WITA. Turnamen itu dibuka oleh Ketua KONI Kabupaten Manggarai, Zaldy Sehadun, M.T.

banner 325x300

Ketua Percasi Kabupaten Manggarai, Yeremias Ibnu Ondok, S.Sos menjelaskan, turnamen ini diselenggarakan antar pelajar di Kota Ruteng melibatkan pula anak-anak SLB Karya Murni Ruteng. Giat ini, ujar Pak Yere, mengambil tema: Angkat Nama Daerahmu melalui Catur. 

Turnamen catur ini, tambahnya, dilakukan antar pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kota Ruteng. Turnamen ini diadakan sebagai sarana pengembangan bakat dan minat pelajar dalam bidang catur serta untuk mempererat tali persaudaraan dan persaudarian antar pelajar se-Kota Ruteng. Giat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas olahraga catur di Kabupaten Manggarai serta mendapatkan bibit-bibit pecatur potensial mulai dari tingkat SD, SMP serta SMA yang kelak akan mengharumkan nama Kabupaten Manggarai di kancah provinsi, nasional, dan internasional.

Adapun tujuan dari giat ini, katanya pula, menumbuhkan jiwa sportivitas dan kompetisi sehat di kalangan pelajar, mengembangkan minat dan bakat dan potensi pelajar dalam cabang olahraga catur, meningkatkan partisipasi pelajar dalam kegiatan olahraga catur di Kabupaten Manggarai.

Peserta yang berasal dari pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kota Ruteng, dengan prosentase peserta dari masing-masing jenjang sesuai kuota yang telah ditentukan oleh panitia sebanyak 71 siswa-siswi dengan rincian, sebagai berikut:

1). Untuk Tingkat SMA. 

SMAK Fransiskus: 26 pecatur; SMAN 1 Langke Rembong: 10 pecatur; SMA Setia Bakti : 6 pecatur; SMAN 2 Langke Rembong : 5 pecatur; SMA St. Aloysius: 3 pecatur; MAN : 2 pecatur; SMA Sadar Wisata: 2 pecatur; SMA Thomas Aquinas: 2 pecatur; SMA Widya Bakti: 1 pecatur; SLB Karya Murni: 1 pecatur.

2.Untuk Tingkat SMP.

SMP Immaculata: 1 Pecatur; SMPN 1 Langke Rembong : 1 pecatur; SMPN 2 Langke Rembong : 1 pecatur.

3.Untuk Tingkat SD

SD Ruteng V : 1 pecatur; SD Ruteng VI : 1 pecatur; dan SD SLB-A : 3 pecatur.

Dengan demikian, jumlah total pelajar yang mengikuti event ini, ucapnya sebanyak 71 pecatur, atau dengan kata lain, tingkat partisipasi pelajar Kota Ruteng dalam mengikuti kejuaraan ini melampui ekspetasi atau lebih dari 100%. 

Yang tidak kalah pentingnya, sanjungnya, turnamen ini juga diikuti oleh anak-anak dari SLB Karya Murni Ruteng. Mereka mengajarkan kepada kita bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mencapai puncak prestasi. Perlu diketahui dan diingat oleh kita bahwa Indonesia memiliki seorang Grand Master Catur tunarungu ternama, yaitu GM Cerdas Barus. GM Cerdas Barus adalah GM catur ke-6 Indoneaia yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional melalui olahraga catur ini. 

Sistem Permainan.

Sistem turnamen catur antara pelajar se-Kota Ruteng dilaksanakan dengan sistem gugur/knockout, dengan pengawasan wasit resmi Percasi. Batas waktu permainan per game hanya 1 jam dan permainan hanya dilakukan 3 kali saja untuk satu pasangan permainan. Bila permainan ketiga remis, maka harus bermain lagi sampai ada pemenangnya. Bila permainan melampaui batas waktu 1 jam, permainan itu dianggap remis, urai Pak Yere.

Yang Menarik.

Pantauan media ini, turnamen ini menarik karena penyandang disabilitas Kelas V di SLB – A Karya Murni Ruteng atas nama Klaudio Sevetalion bisa mengalahkan anak SMA di Kota Ruteng yang notabene mereka adalah anak-anak normal secara fisik. Kendati Klaudio menutup matanya, dia mampu menghancurkan lawan-lawannya secara tragis dengan meraih juara harapan 1 dari 71 peserta yang ikut turnamen itu.

Klaudio ditumbangkan oleh Julio Rikardo Gara Ndewi, siswa Kelas III SMA di SMA St. Fransiskus Xaverius Ruteng yang meraih juara 1 kategori rapid 20 menit. Julio mengalahkan teman-teman lainnya, seperti teman sekolahnya di SMA St. FX atas nama Nelson Arwan Hendro. Julio menumbangkan Nelson pada menit ke-18 menggunakan peluncur yang didukung ster di babak pertama kemudian di babak kedua, Nelson tumbang pada menit ke-19. Nelson kemudian meraih juara 2. Juara 3 diraih oleh George Ahima’as Agung, siswa Kelas XII SMA St. Fransiskus Xaverius Ruteng pasca menghancurkan Klaudio.

Sistem Penghargaan.

Sebagai sang juara, Julio mendapat piala dan piagam penghargaan beserta uang sebesar Rp500.000,-. Nelson meraih juara 2, mendapat hadiah uang sebesar Rp300.000,- ditambah piala dan piagam penghargaan. Juara 3 diraih oleh George yang mendapat hadiah uang Rp250.000,- ditambah piala dan piagam penghargaan. Juara harapan 1 diraih oleh Klaudio dengan mendapat hadiah catur dan uang lelah sebesar Rp100.000,-. Baik Julio, Nelson maupun George bersekolah di SMA St. Fransiskus Xaverius Ruteng. Lawan mereka anak SD Kelas V yang menutup matanya dengan kain hitam. Itu menggemparkan, bukan?

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *