Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Siprianus Jangka
Ruteng, nttupdate.com. Sekarang nyaris sudah sampai di penghujung bulan Februari. Sepekan lagi menginjak bulan Maret. Hari ini, 20 Februari 2026 tetapi pupuk masih saja langka di Kecamatan Satar Mese.
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Siprianus Jangka kini marah sekali dengan kondisi itu. Dirinya mendesak Pemkab Manggarai agar meminta dengan segera distributor pupuk menurunkan pupuk ke Desa Papang, Desa Ulu Belang termasuk ke Desa Pongkor.
Dewan Sipri menyayangkan, bila pupuk didistribusikan pada bulan Maret dan April, maka dipastikan para petani terancam gagal panen. Apa gunanya bila mundur ke Maret? Lototnya tajam.
Tahun 2025, geram dia, sejak bulan Juli hingga Desember, ada giat perbaikan jaringan irigasi di wilayah itu. Akibatnya petani tidak menuai padi. Okelah itu karena terjadi rehabilitasi tetapi yang bikin geleng-geleng kepala sekarang, petani di sana telah menanam padi tetapi pupuknya langka. Apa kendalanya? Sangsi Dewan dari Partai Perindo itu.
“Bagaimana bisa menuai tuain melimpah sementara pupuk langka? Ini kan sungguh menyesakkan dan ironis benar. Pemerintah mesti bergerak cepat dan cekatan mengatasi masalah ini. Ini urgen, mendesak dan sangat darurat. Segera menurunkan pupuk ke sana. Bila tidak petani akan menangis, menjerit, sedih dan kesal,” emosinya memuncak.


















