banner 728x250

Waspada, Jalur Goloworok – Wela Berkeriapan Pohon Besar di Pinggir Jalan Bahkan Ada Dahan Besar Kering

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Ilustrasi

Ruteng, nttupdate.com. Menakutkan, serem nan mengerikan. Betapa sekali, tampak berkeriapan pohon-pohon besar di sisi kiri kanan jalan dari Goloworok menuju Wela di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

banner 325x300

Selama beberapa pekan terutama di musin angin barat per Januari 2026, kencangan tiupan angin membikin buluh kudut berdiri. Cemas menghantui pelintas di jalur itu.

Pantauan media ini, sebuah dahan besar kering di dekat Nua Rutung persis di dekat rumah jaga Dinas Kehutanan Propinsi NTT bagian barat sebuah dahan besar kering menjulur ke jalan. Tentu bagi pelintas, dahan itu menakutkan. Siap menimpa siapapun.

Hingga Senin sore, 19 Januari 2026, dahan kering itu belum patah dari pohonnya. Hingga saat ini, pihak Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan Ruteng bahkan Kabupaten Manggarai tidak memotong pohon yang tumbuh di pinggir jalan di hutan RTK 111 Meler – Kuwus itu termasuk pohon-pohon lainnya.

Sepekan lalu masih pada bulan Januari 2026, sebuah dahan pohon gabus (haju sita dalam bahasa Manggarai) di Rai di pinggir jalan negara dibiarkan mejeng begitu saja. Salah satu dahannya sempat tumbang di pinggir jalan. Hingga hari ini, pohon itu juga dibiarkan tumbuh di pinggir jalan.

Yang tidak kalah menakutkan, pohon-pohon besar, ada sengon lokal, ampupu, dan haju redong (dalam bahasa Manggarai dibiarkan tumbuh di pinggir jalan). Pepohonan besar di jalur Cancar – Golowelu itu amat menakutkan. Pihak pemerintah belum ambil pusing tentang hal itu.

Media ini lupa mengambil gambar dahan kering itu pada hari ini di Puar Lewe. Harapannya Pemerintah segera mengambil tindakan cepat mengatasi terjadinya bencana.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *