banner 728x250
Daerah  

Yohanes Donbosco, Ketua PGRI Kabupaten Manggarai dan Bupati Hery Nabit Pesan Begini ke Pendidik Saat HGN ke-31 Ruteng 2025

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Bupati Hery Nabit bersama Ketua PGRI Kabupaten Manggarai.

Ruteng, nttupdate.com. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai, Yohanes Donbosco, S.Pd memberi pesan istimewa ke para pendidik (guru) di Kabupaten Manggarai agar guru senantiasa meningkatkan kreativitas, profesionalisme, dedikasi, tekad dan semangat juang dalam menjalankan tugas serta mempersiapkan SDM sebagai basis terwujudnya generasi muda menuju Indonesia emas tahun 2025 sesuai tema Hari Guru Nasional dan HUT PGRI 2025.

banner 325x300

Selain beberapa hal di atas, guru, tambahnya, mesti memperjuangkan beberapa hal, seperti: 1). Sertifikasi. Hal ini sesuai dengan UU Guru dan Dosen. 2). Pendidikan dan Pelatihan Guru (PPG). Guru tentu diwajibkan mengikuti PPG. Harapannya, Unika St. Paulus Ruteng tetap menjadi kampus PPG yang bermutu agar guru yang mendapat PPG itu kian berpredikat di banyak aspek di masa depan. 3). Memorandum of understanding (MoU) dengan Kepolisian terkait perlindungan terhadap guru.

Pesan beliau bertepatan dengan apel HUT PGRI ke-80 dan HGN ke-31 tahun 2025 Kabupaten Manggarai yang mengambil tema besar Guru Bermutu Indonesia Maju: “Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Giat itu dilaksanakan di natas labar Motang Rua, Selasa, 25 November 2025. 

Sebelumnya, Bupati Manggarai, Hery Nabit melalui sambutan pendeknya menitip pesan kepada para guru untuk mendidik dan mengajar anak-anak agar selepas dari bangku sekolah memiliki beberapa kecerdasan dan mereka harus betul-betul bersih murni khususnya anak-anak perempuan. 

Kecerdasan itu, tambah Bupati, ada banyak aspek, seperti kecerdasan religius, kecerdasan sosial, kecerdasan intelek, kecerdasan psikomotorik. Itulah tugas guru menjadi konduktor handal mencerdaskan anak bangsa terutama anak-anak di Manggarai.

Era digitalisasi sekarang ini, kata Bupati selaku inspektur upacara, gawai dan teknologi hanyalah alat bantu semata. Karena itu, pengajaran langsung melalui tatap muka pada saat pembelajaran tetap menjadi hal penting diprioritaskan. Teknologi hanyalah pemudah dalam giat pembelajaran di sekolah. Mungkin dengan pengajaram dari guru di sekolah, peserta didik bisa dibina dan dibentuk ketimbang dibentuk di rumah masing-masing.

Informasi Tambahan.

Biar tidak penasaran, giat apel itu, tampak komandan upacaranya oleh Ibu Doneta Sherly S. Damon, S.Pd, Guru Bahasa Inggris di SMP Immaculata Ruteng. Doa dibawakan oleh Dosen Stipas St. Sirilus Ruteng, Pak Domicus Waso, S.Pd., M.Th.

Terkait paduan suara ditanggung oleh SMP Fransiskus Xaverius Ruteng, koor musik oleh SMAN 1 Langke Rembong, dan drum band oleh SMK Sadar Wisata Ruteng yang menurunkan 160 siswa-siswi sesuai penjelasan akurat Kepsek SMK Sadar Wisata Ruteng, Wihelmus Bastian, S.Tr., Pr.

Beberapa pentas juga dilaksanakan, seperti tarian guru TK, tarian guru SMA, tarian bunga dari ikatan guru TK, pentas tari dari anak SDK Ruteng VI yang dibawakan oleh Salju dan Nai, dan lalu pentas dari anak-anak SDK Ruteng III. Atraksi lainnya berupa peragaan seni bela diri silat yang dibawakan oleh siswa-siswi SMA St. Aquinas Ruteng.

Giat itu diselengarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) melalui Bidang Pemuda dan Olahraga kolaborasi dengan PGRI. Soal biaya, ucap Kadis PPO, Wens Sedan melalui Kabid PO, Ferdinandus S.Nggungge, S.Psi diambil dari DPA Dinas PPO tahun anggaran 2025.

Hadir dalam giat itu, pimpinan OPD, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paulus Peos, S.P, Kepala Kantor Kementerian Agama di Ruteng, dan pengurus PGRI Kabupaten Manggarai.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *