banner 728x250

Hindari Putus Sekolah, Sentra Efata Kemensos Gelar Kegiatan Pencegahan Pernikahan Dini ke Anak Sekolah di Kota Ruteng

rR
banner 120x600
banner 468x60

Narasumber dari Sentra Efata di Kupang, Emi Magdalena tengah membawakan materi

Ruteng, nttupdate.com. Sentra Efata Kemensos menggelar pelatihan kegiatan pencegahan pernikahan dini ke anak sekolah di Ruteng bertempat di aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Kamis, 13 November 2025.

banner 325x300

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai, Benyamin San menjelaskan, giat pencegahan pernikahan dini itu melibatkan anak-anak SMP dan SMA di Kota Ruteng. 

Sekolah-sekolah yang terlibat adalah SMPN 4 Langke Rembong, SMPN 2 Langke Rembong, SMP Immaculata dan SMK Informatika St. Petrus. Per sekolah menghadirkan 15 peserta didik, masing-masing guru 2 orang, perwakilan dari orang tua murid 2 orang. Menghadirkan pula tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda Katolik, dan perwakilan dari Karangtaruna. 

Terkait giat ini, Dinsos hanya mefasilitasi ruangan sementara dana kegiatan bersumber dari Sentra Efata Kemensos. Giat ini dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd.

Adapun narasumber Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A),  Yasinta Aso, Psikolog Pendamping Sosial Anak, dan dari Sentra Efata di Kupang, Emi Magdalena. 

Kadisos Benyamin mengatakan, giat ini dalam rangka menekan anak-anak menikah di usia dini. Harapannya dengan kegiatan ini mencegah remaja menghindari nikah dini.

Tujuan dari giat ini, kata Kadis Benyamin, meningkatkan kesadaran masyarat terkait dampak negatif dari pernikahan dini, mendorong keterlibatan masyarakat dan lembaga pendidikan dalam pencegahan, meningkatkan komitmen lintas sektor dalam perlindungan anak dan remaja, dan menyediakan rujukan dan mekanisme penanganan bagi keluarga dan korban atau keluarga yang terdampak.

Sementara, Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu sekaligus membuka kegiatan ini menegaskan, resiko perkawinan dini anak menyebabkan putus sekolah, pertengkaran yang menimbulkan perpecahan di dalam rumah tangga, berdampak pada kesehatan reproduksi dan kemiskinan antargenerasi.

“Saya berharap anak-anak bersekolah dulu bila perlu mencapai Sarjana baru menikah. Jangan memusingkan kedua orang tua,” pesan Wabup Abu jelas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *