Dewan Arlan Nala saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD Kabupaten Manggarai
Ruteng, nttupdate.com. Tepatnya Senin, 17 November 2025, Largus Nala, S.IP, anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat menyampaikan agar Pemkab Manggarai memperhatikan satu per satu para kontraktor yang kerjanya tidak berkualitas.
Bukan hanya dicoret merah tetapi dibleklis (black list) sekalian saja. Mengapa? Jauh dari kualitas itu tindakan merugikan negara terutama uang pajak yang diberikan oleh rakyat untuk negara buang percuma. Negara hanya dipercayakan untuk mengelolanya karenanya sangatlah penting memanfaatkan uang rakyat itu dengan baik dan benar.
“Uang pembangunan infrastruktur jalan misalnya, itu uang dari rakyat. Pemerintah punya hak kelola dan itu karena dipercayakan oleh rakyat. Kasihan uang rakyat diperuntukkan untuk perbaikan jalan tetapi kontraktor tidak bertanggung jawab terhadap uang pajak itu. Sedih, bukan?,” keluh Dewan asal Cibal itu.
Beberapa sampel pengerjaan jalan yang tidak berkualitas itu, jelas Arlan, seperti ruas Ruis – Copu di Kecamatan Reok; proyek di Muwur, Kecamatan Rahong Utara; dan proyek di Kecamatan Satar Mese yang sempat viral karena aspal dicungkil oleh tangan saja sudah terkelupas.
Bagi dia, yang diperlukan oleh rakyat adalah kualitas bukan semata-mata membutuhkan jalan. Apalah artinya jika jalannya dibuat asal jadi tetapi baru beberapa pekan dibangun, aspalnya terkelupas. Konsultan dan PPK mesti ambil pusing dengan kondisi seperti ini.
Dirinya berharap, Pemkab tidak perlu menaruh rasa belah kasihan terhadap kontraktor semacam itu apalagi dalil balas jasa politik, atau karena menaruh kasihan pada isteri anak di rumah. Jalan bagus berkualitas rakyat gembira, puas, kontraktor dipercaya. Sangat elok manakala kontraktor kerja tidak beres Pemkab mengambil tindakan tegas. Yah, bleklis sajalah! Artinya, kontraktor semacam itu tidak perlu diberi proyek lagi di tahun-tahun berikutnya. Harus ada sanksi jelas, jika tidak negara tetap ambruk oleh pribadi-pribadi yang tidak peduli pada hidup orang lain. Kerja bagus pasti disanjung rakyat. Itu kunci, tutup Dewan mantan jurnalis itu.
















