banner 728x250

PGRI Kabupaten Manggarai Gelar Konferda VIII, Ini Pesan Penting Kadis PPO, Wens Sedan

banner 120x600
banner 468x60

Foto bersama pengurus PGRI Kabupaten Manggarai 2020 – 2025 menjelang Konferda ke-8 untuk periode 2025 – 2030.

Ruteng, nttupdate.com. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai menggelar konferensi daerah ke-8 di aula Paroki Kristus Raja Mbaumuku Ruteng, Senin, 8 Desember 2025. Konferda itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, M.Si.

banner 325x300

Giat itu diawali dengan sambutan Ketua PGRI Kabupaten Manggarai, Yohanes Don Bosco, S.Pd masa bakti 2020 – 2025 diikuti dengan sambutan Ketua PGRI NTT, Samuel Saning. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Manggarai diwakilkan oleh Kadis PPO Kabupaten Manggarai. Tampak ikut dalam giat itu, Kepala Kantor Cabang Kementerian Agama Kabupaten Manggarai dan Kepala  UPTD Dinas Pendidikan Propinsi NTT di Ruteng.

Pasca penyampaian sambutan-sambutan dilanjutkan dengan dimulainya Konferda VIII yang mana moderator sidang oleh Alex Kase, S.Pd. Konferda itu dengan maksud memilih Ketua PGRI periode 2025 – 2030. Tampak Konferda itu dipandu oleh Pak Maksimus Salut. Konferensi itu di bawah tema: Transformasi PGRI Kabupaten Manggarai Wujudkan Guru Hebat untuk Indonesia Emas.

Ketua PGRI Kabupaten Manggarai, Yohanes Don Bosco, S.Pd melalui sambutannya menjelaskan, PGRI adalah mitra strategis Pemerintah Daerah. Organisasi PGRI sudah berusia 80 tahun dan guru mempunyai peran yang strategis dalam memajukan daerah termasuk di tanah Manggarai. Tentu, guru adalah komponen terpenting dalam merubah mental. Terkait aktif libatan dalam penanganan kasus, PGRI telah hadir membela para guru yang berada dalam rundung soal.  PGRI selama ini telah melakukan pendampingan. 

Terkait Konferda 8, ucapnya, diperlukan sekali regenerasi kepemimpinan karenanya pemilihan kali ini akan menghadirkan pimpinan baru periode 2025 – 2030. Siapapun yang terpilih berdasarkan hasil Konferda akan menjadi pemimpin kita semua, pesannya.

Ketua Samuel melalui sambutannya mengatakan, momen ini bukan hanya giat seremonial semata tetapi punya tujuan yang baik dan berguna untuk memperjuangkan hak-hak guru ke depannya. Guru adalah pahlawan, katanya sembari menambahkan, agar perlu melawan lupa dengan tentu jangan sekali-kali lupa akan jasa para guru. Guru di atas segala-segalanya. 

Kadis Wens melalui sambutannya menyampaikan, PGRI kehadiran PGRI itu sangat penting di mana ada banyak kejadian yang mengganggu psikologis guru, mengusik pengembangan dan kreativitas inovatif guru. Keis yang dihadapi para guru adalah memberi keterangan sampai masuk penjara. Itulah mengapa PGRI penting untuk memberikan pendampingan dan kepastian pengamanan terhadap guru kita.

Bila seorang guru yang bersoal, itu sangat menganggu semua guru di negeri ini. Satu buli saja yang diberikan kepada guru akan mengusik semua para guru. Di sini, keberadaan PGRI sangat dibutuhkan menjadi pembela di saat guru bermasalah. 

Peran guru, tambah Kadis Wens, menghadirkan Indonesia emas di bidang pendidikan tetapi emas itu bukan kategori tetapi totalitas. Totalitas itu menyangkut beberapa aspek dalam pendidikan, yaitu karakter afektif, sosial, intelek, keterampilan, dan kecerdasan spiritual. Harapannya, bukan hanya Indonesia emas tetapi pula Manggarai emas. 

Pantauan media ini, peserta Konferda VIII selanjutnya melakukan sidang pemilihan ketua baru 2025 – 2030. Panitia Konferda ke-8 itu diketuai oleh Simon Manggu, S.Pd.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *