banner 728x250

PGRI Kabupaten Manggarai Gelar Konfrensi di Aula St. Yoseph Paroki Katedral Ruteng, Simon Manggu Bilang: Guru adalah Pembangun Jiwa

banner 120x600
banner 468x60

Ruteng, nttupdate.com. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar konfrensi kerja X di aula St. Yoseph Paroki Katedral Ruteng, Sabtu, 14 Maret 2026.

Giat konfrens ini di bawah tema: Transformasi PGRI Kabupaten Manggarai Wujudkan Guru Hebat untuk Indonesia Emas. Konfrensi hari ini dalam rangka membahas Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) tahun 2026. 

banner 325x300

Ketua Panitia konfrens, Drs. Resman Wenseslaus Yan melaporkan, organisasi ini memiliki 15 bidang kerja. Terdapat pula Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI), Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS), Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), Perempuan PGRI, dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI). 

Terkait konfrens ini sangat penting dalam roda organisasi dan tentu saja dilaksanakan sebagai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI, Keputusan Konkab VIII No.5/KEP/KONKAB/PGRI – MGR/2023 tentang Susunan dan Personalia Pengurus Propinsi NTT No. 28/KEP/PGRI- NTT/XXIII/2025 tentang Penetapan Pengurus PGRI Kabupaten Manggarai hasil konfrensi PGRI Kabupaten Manggarai masa bakti 2025 – 2030 hasil rapat pengurus pleno PGRI 25 Februari 2026.

Giat ini bertujuan untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus PGRI cabang periode sebelumnya; menyusun dan menetapkan program kerja organisasi untuk periode 2026 – 2030; memperkuat persatuan dan kerja sama serta solidaritas anggota PGRI; meningkatkan peran serta organisasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan memperjuangkan kepentingan PGRI di daerah. 

Adapun manfaat yang diharapkan dari giat ini adalah terlaksananya evaluasi kerja organisasi secara transparan dan bertanggungjawab; terwujudnya program kerja organisasi yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhah anggota; meningkatkan kekompakan dan kolaborasi serta solidaritas anggota PGRI; dan meningkatnya kontribusi organisasi PGRI dalam memperjuangkan kepentingan anggota dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah. 

Ketua PGRI Kabupaten Manggarai, Simon Manggu, S.Pd menegaskan keterpilihannya sebagai Ketua PGRI Kabupaten Manggarai diharapkan boleh berjalan bersama bergandengan tangan membawa PGRI Manggarai semuanya dalam nuansa perjuangan akan nasib dan kesejahteraan guru-guru. 

Adapun norma sebagai arah dan pedoman organisasi profesi ini, antara lain: 

1. PGRI mengemban amanat dan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, menjamin menjaga, dan mempertahankan keutuhan dan kelangsungan NKRI dengan membudayakan nilai-nilai luhur Pancasila. Guru di sini sebagai salah satu pilah pelaksanaan pembangunan pendidikan. PGRI bertujuan dan berupaya membina, mempertahankan, dan meningkatkan harkat dan martabat guru beserta keluarganya.

2. Tiap tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru sebagai bentuk penghormatan terhadap guru sampai akhirnya ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 78 Tahun 1994. 

3. PGRI sebagai rumah besar tempat berhimpunnya segenap Pendidik dan Tenaga Kependidikan memiliki jati diri sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan berdasarkan Pancasila dan UUD’45 yang menjunjung tinggi sifat unitaristik/inklusif, indepeden, dan non partisipan. 

4. PGRI memegang teguh komitmen setia pada NKRI dengan mengamalkan nilai-nilai kebijakan berdasarkan Pancasila dan UUD’45 dan berakar pada nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Guru adalah pembangunan jiwa, pencipta kekuatan negara dan agen pembangunan bangsa. Guru senantasa menunjukkan identitas dan integritas yang jelas serta kemampuan profesional yang tinggi. Dalam AD/ART sudah termasuk Kode Etik Guru sebagai perekat moral martabat guru sebagai pelita yang menerangi kegelapan. 

Sementara, Sekretaris PGRI Kabupaten Manggarai, Drs. Maksimus Salut menambahkan, konfrens ini dilaksanakan atas perintah AD/ART tahun 2024 PGRI dan tertuang AD BAB XXVI Pasal 34 (1) huruf m tentang Forum Organisasi, ART BAB XXXV Pasal 121, 122, 123, 124, dan 125.

Sebagai organisasi profesi, PGRI bersifat unitaristik/inklusif, tanpa memandang perbedaan tempat kerja, kedudukan, agama, suku, dan golongan, gender, dan asal-usul. PGRI juga independen yang berlandaskan pada prinsip kemandirian organisasi dengan mengutamakan kemitrasejahteraan dengan berbagai pihak. Non partisipan artinya bukan merupakan bagian dari dan tidak berafiliasi kepada partai politik karena itu arah perjuangan PGRI adalah mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang berjiwa displin, etos kerja, berkemampuan profesi demi meningkatkan pertumbuhan mutu pendidikan di negeri tercinta. 

Dalam giat ini, program kerjanya disusun melalui proses yang panjang dan berjenjang bahkan melewati proses dialektika yang melibatkan banyak pihak. Konsep program kerja yang disusun para sekretaris bidang dirumuskan dan dilengkapi banyak pihak. Konsep program kerja yang disusun para sekretaris bidang dirumuskan dan dilengkapi team kecil yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil Sekretaris Pengurus PGRI Kabupaten Manggrai. Proses penyusunan Program Kerja dan RAPBO ini berpuncak pada K3 ke-10 PGRI Kabupaten Manggarai yang dihadiri pengurus pleno PGRI Kabupaten Manggarai, perangkat kelengkapan organisasi PGRI Kabupaten Manggarai, dan Ketua PGRI Cabang Kecamatan dan Cabang Khusus se-Kabupaten Manggarai.

Proses penyusunan program kerja yang berjenjang, melibatkan banyak komponen di dalam PGRI dan dialektis ini diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih lengkap, sistematis, dan terstruktur bagi pengurus PGRI Kabupaten Manggarai dalam menjalankan tugas dan kewajibannya 5 tahun ke depan. Sambutan Ketua PGRI Kabupaten Manggrai selain memberikan motvasi dan semangat, juga mempertajam pilihan prioritas PGRI dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Manggarai.

Program kerja ini dihasilkan melalui keterlibatan banyak komponen dalam organisasi yang mewadahi para guru di Kabupaten Manggarai ini. Oleh karena itu diucapkan banyak terima kasih untuk semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran, gagasan, saran, sekaligus sikap kritis sehingga program kerja ini sungguh-sungguh dapat mengambarkan harapan para guru dalam meningkatkan kompetensi, profesionalitas, solidaritas, bahkan kesejahteraan, yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Manggarai lima tahun ke depan (2025 – 2030).

Pengurus PGRI Kabupaten Manggarai berkeinginan agar organisasi profesi yang telah mengalami konsilidasi dan soliditas internal yang kuat perlu bertransformasi atau memperbaiki orientasi organisasi. Seharusnya PGRI saat ini dan ke depan lebih bergerak keluar (ad extra) yakni memberikan pelayanan yang lebih prima kepada guru agar guru lebih adaptif terhafap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. PGRI Kabupaten Manggarai diharapkan sudah mampu menangani urusan-urusan konsilidasi internal organisasi (ad intra) sehingga lebih berkonsentrasi pada kegiatan-kegiatan meningkatkan kualitas, profesionalitas, kompetensi guru mewujudkan kualitas pendidikan. 

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, PGRI perlu melakukan sinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta membangun jejaring dengan pemangku kepentingan dan mitra lainnya untuk memajukan pendidikan menuju guru yang hebat dan mulia, bermartabat, sejahtera, profesional dan terlindungi. Salah satu orientasi transformasi PGRI Kabupaten Manggarai adalah meningkatkan kompetensi dan profesionalitas anggota. Guru harus terus menerus meningkatkan diri, berusaha memenuhi kompetensi yang komprehensif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Guru dan Dosen. Jika guru hebat terwujud, maka Indonesia Emas nischaya terbentang nyata.

PGRI sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan tempat berhimpunnya para guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya berkidmat memajukan pendidikan melalui peningkatan profesionalitas, kesejahteraan, dan perlindungan; sangat peduli dengan beragam permasalahan anggota dan upaya solusinya. PGRI berusaha keras menjadi rumah aspirasi bagi anggota yang berkehendak maju dan tempat perlindungan (shelter) yang nyaman bagi anggotanya yang menghadapi masalah.

Program-program kerja Pengurus PGRI Kabupaten Manggarai masa bakti 2025 – 2030 diharapkan dapat menjadi jembatan emas menuju cita-cita mulia tersebut di atas. Sejatinya program-program kerja berikut ini merupakan turunan dan adaptasi dari program kerja pengurus besar PGRI masa bakti XXIII 2024-2029.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *