
NTT UPDATE – Proyek pembangunan Air Minum Bersih (AMB) di Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, dilaporkan mangkrak dan belum memberikan manfaat bagi masyarakat.
Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 itu diketahui menelan anggaran lebih dari Rp300 juta. Lokasinya berada di mata air Wae Kabong, yang terletak di perbatasan Dusun Tirus dan Dusun Weong.
Pantauan NTT Update di lokasi pada Selasa (17/3/2026) menunjukkan sejumlah material berupa pipa masih menumpuk di samping rumah warga di Kampung Tirus.
Sementara itu, jaringan pipa yang telah terpasang disebut belum mengalirkan air sebagaimana mestinya.
Salah seorang warga Desa Rana Gapang yang enggan namanya dimediakan mengungkapkan bahwa pekerjaan proyek tersebut hingga kini belum dilanjutkan.
“Pipa-pipa masih terlihat ada di samping rumah warga di Tirus. Belum dikerjakan sampai sekarang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia juga mengaku sempat melihat seorang kontraktor lokal yang menangani proyek tersebut datang ke lokasi dan mengangkut material pipa. Namun, aktivitas itu tidak berlanjut.
“Waktu itu saya lihat ada kontraktor lokal dari Elar yang urus proyek itu. Sempat ke lokasi dan muat pipa, tapi sekarang sudah tidak terlihat lagi,” katanya.
Selain itu, warga mempertanyakan minimnya transparansi dalam pelaksanaan proyek. Mereka mengaku tidak menemukan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
“Saya sempat tanya ke aparat desa, katanya anggaran proyek itu lebih dari Rp300 juta. Tapi rincian pastinya tidak dijelaskan,” tambah warga tersebut.
Warga berharap pemerintah desa segera melanjutkan pekerjaan tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya di Dusun Tirus yang hingga kini belum menikmati akses air bersih dari proyek tersebut.
Lebih jauh, warga juga mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.
“Kami minta Polres Manggarai Timur turun cek langsung di lokasi. Pasti akan ditemukan hal-hal yang janggal. Pipa sudah dipasang tapi air tidak mengalir, hanya tersambung dari bak lama,” tegasnya.
Warga juga berencana melaporkan secara resmi dugaan ketidakberesan dalam proyek tersebut, dengan melampirkan data terkait penggunaan Dana Desa di Rana Gapang.
“Kami akan segera layangkan laporan resmi, lengkap dengan data penggunaan dana desa,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Rana Gapang belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi proyek tersebut. Upaya konfirmasi NTT Update kepada kepala desa belum membuahkan hasil.***
.












