banner 728x250

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai Gelar Bimtek Literasi Informasi bagi Guru SD/SMP/SMA Kecamatan Langke Rembong dan Wae Ri’i

rR
banner 120x600
banner 468x60

Ruteng, nttupdate.com. Tepatnya Selasa, 19 Mei 2026, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai menggelar bimbingan teknis literasi informasi bagi Guru SD/SMP/SMA Kecamatan Langke Rembong dan Wae Ri’i di aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai di bawah tema: Transformasi Literasi: Menjadi Garda Terdepan Informasi yang Akurat dan Inspiratif. 

Giat ini dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd. Menghadirkan narasumber, seperti: Ketua PKK Kabupaten Manggarai, Meldiyanti Hagur Marselina, SP sebagai Bunda Literasi Kabupaten Manggarai; Marcelus Ungkang, S.S., M.Pd sebagai Akademisi dan Kurator Sastra; dan Robertus Bellarminus Nagut, S.Sos sebagai Pemimpin Redaksi Website Literasi dan Kolumnis di Bacapetra.

banner 325x300

Tampak hadir dalam giat itu mendampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai, Gabriel Posenti Aldi Tjangkung, S.H hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, S.Pd., M.Si. Peserta giat itu hanya para guru tetapi juga pustakawan dari Desa. Bimtek ini dalam rangka Perpustakaan Desa dan Sekolah. 

Wabup Fabi Abu melalui sambutan singkatnya mengatakan, di era information overload (informasi silih berganti dalam hitungan detik melalui gawai di tangan kita) menelurkan beberapa kesangsian. Apa pertanyaan di sini: Apakah semua informasi itu sehat? Apakah semua berita itu akurat?

Kita melihat di depan mata kita bagaimana hoaks, disinformasi hingga pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan jika tidak dibarengi dengan kecakapan literasi justru akan menjadi bumerang (aktus yang sangat merugikan diri sendiri) yang merusak tatanan sosial dan karena karakter anak didik dan masyarakat kita. Inilah dasar utama mengapa kegiatan ini bukan hanya sekedar rutinitas melainkan semua kebutuhan mendesak.

Tema ini, jelas Wabup Abu, mengandung pesan kuat bahwa literasi tidak hanya menyangkut kemampuan mengeja huruf atau membaca kalimat. Literasi informasi adalah kecakapan untuk mengenali kapan informasi dibutuhkan, bagaimana menemukannya, cara mengevaluasinya hingga bagaimana menyebarkannya secara etis dan bertanggung jawab.

Dengan giat ini, peserta diharapkan menjadi garda terdepan di mana para guru sebagai fasilitator yang menjaga agar siswa-siswi tidak terjebak plagiarisme (mengopipaste karya orang lain) dan mampu menyerap ilmu secara kritis. Selain guru, para pustakawan adalah manajer pengetahuan yang memastikan perpustakaan desa, perpustakaan sekolah dan perpustakaan khusus menjadi sumber rujukan yang valid di tengah arus kabar burung. Kemudian, para pegiat literasi menjadi agen perubahan yang menyentuh langsung jantung masyarakat, mengedukasi warga agar tidak mudah termakan provokasi informasi yang keliru.

Terkait kegiatan ini, tambahnya, merupakan komitmen nyata Pemkab Manggarai yang didukung oleh DAK non fisik yang merupakan investasi negara untuk meningkatkan kualitas SDM di Manggarai. Oleh karena itu, saya berpesan kepada panitia untuk mengelola kegiatan ini dengan transparansi penuh. Kepada para narasumber kami berharap materi yang disampaikan dapat memberikan bekal praktis bagi peserta dalam memilah dan mengevaluasi informasi, serta membangkitkan budaya baca tulis kritis di era digital dan kepada peserta, saya meminta memanfaatkan momentum ini dengan baik-baiknya. Seraplah ilmu dari para narasumber hebat yang telah hadir di hadapan kita.

Saya tidak ingin kegiatan ini, tekan Wabup Abu, saat pintu aula Ranaka ini tertutup sore nanti. Saya menaruh harapan besar pada output nyata. Harapannya, saya ingin melihat guru-guru kita pulang dengan draft rencana belajar yang mampu melatih peserta didik berpikir kritis. Saya ingin pustakawan kita lebih sigap menyiapkan daftar bacaan terpercaya. Saya ingin komunitas baca kita menjadi pusat informasi yang menginspirasi warga.

Mari kita membangun kolaborasi lintas profesi. Guru, pustakawan, tenaga pustakawan, dan pegiat literasi harus berjalan beriringan. Jika kita bersatu, saya yakin ekosistim literasi di Manggarai akan semakin kuat, berkelanjutan, dan relevan dengan dengan perkembangan zaman.

Untuk diketahui, giat ini dibagi dalam tiga sesi, sesi pertama untuk para guru SD, SMP, SMA. Sesi kedua, untuk para pustakawan. Dan sesi ketiga untuk pegiat literasi. Setelah pemaparan tiga materi dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Setiap sesi memaktubkan pemaparan, diskusi dan tanya jawab. Terakhir akan diadakan post test bagi seluruh peserta sesi 1 sampai 3. Di akhir Bimtek ini, peserta akan menerima sertifikat Bimtek.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *